Minggu, 30 Januari 2011

Ayah...

Sebagai anak lelaki tertua dalam keluargaku, pantas jika aku di didik sangat keras oleh kedua orang tua terutama ayah, agar aku menjadi pribadi yang kuat mental dan bertanggung jawab karena saat ortuku tiada, dipundakkulah seluruh tanggung jawab keluarga diberikan, aku adalah orang yang boleh dikatakan akan menguasai seluruh peninggalan ortuku terutama karena adikku masih kecil (berselisih 16 tahun).

dulu nenek sering cerita bahwa kakekku merupakan salah satu orang paling kaya di banda aceh, bahkan di seluruh aceh, tapi kekayaan itu tidak berbekas karena perebutan para ahli warisnya. kejayaan yang telah susah payah dibangun hilang dalam sekejap. nenekku yang merupakan istri ketiga kakek tidak terlalu tertarik pada perebutan harta itu dan memilih mundur teratur. sifat "tidak tertarik pada harta" itulah yang diwariskan kepada ayahku dan kemudian diwariskan kepadaku.

tidak tertarik pada harta bukan berarti ayah tidak berpenghasilan, malah untuk segi harta itu bisa dikatakan Allah menganugrahkan nikmat harta yang cukup malah lebih bagi keluarga kami dengan pekerjaan ayah sebagai seorang kontraktor.

tetapi ayah tidak pernah ingin untuk punya rumah mewah,punya mobil banyak. malah satu-satunya alat transportasi di rumah kami adalah motor butut yang dibeli karena perlu untuk keperluan pekerjaannya, tetapi anehnya kami punya soundsystem canggih,punya mesin cuci, kamar ber-ac,dll.itulah ayah selalu membeli sesuatu yang memang sangat diperlukan, soundsystem dibeli karena hobi kedua ortuku mendengarkan musik, ac dibeli tentu saja karena suhu banda aceh yang panas, mesin cuci??(ibuku memiliki fisik yang lemah, jadi kasian kalo kerja berat-berat).

ayah lebih mementingkan pendidikan anak-anaknya, mengajarkan mencintai keluarga bukan harta. ayah sering berkata: biarlah ayah ngak dapat apa-apa dari harta kakek, tapi malah ayah satu-satu anak kakek yang sekolah, yang jadi sarjana. untuk hidup ayah itu udah cukup dan sekarang giliran abang sama adek....

ayah seorang family man alias orang yang suka menghabiskan waktunya dirumah bersama anak-anaknya, seseorang yang kreatif dalam segi masakan+menu makanan pokoknya ada aja kreasinya, murah senyum, paling suka bercanda (kalo ayah keluar kota, bisa dipastikan rumah jadi sepi,hehe),muslim yang taat, dan sangat pinter bergaul (kemanapun perginya, pastii ada aja temennya nyapa/kata temen2nya ngak ada ayah ngak rame, hehe).

mengutip salah satu quote yang aku sukai :
ketika menjadi dewasa, jadilah seperti ayahmu..
dan ketika akan menikah carilah wanita yang seperti (sifat) ibumu..

aku setuju tanpa syarat!!!

Sabtu, 29 Januari 2011

Menjadi Muslim yang Cerdas dan Perkasa

kuliah di ITB memang membawa pengaruh yang tidak terlalu baik untuk kondisi fisik, selain kegiatan kuliah wajib yang harus diikuti terdapat praktikum-praktikum yang sangat banyak + tugas-tugas yang sering bikin migrain.

berlawanan dengan kondisi fisik yang terus menurun, kondisi otak malah sangat prima, mungkin hal ini disebabkan asupan gizi+kerjaan berat yang harus dibebankan ke otak selama kuliah.

kondisi fisik yang seperti itu membuatku sering sakit, yang paling parah adalah ketika beberapa kali aku menderita gejala tifus yang sangat menyiksa. oleh sebab itu aku bersama teman-teman kosan yang mengalami hal yang sama berusaha mendesain jadwal olahraga yang "dianjurkan" untuk dilaksanakan seluruh penghuni kosan.

jadwal :
senin : Puasa
selasa : jogging
Rabu : tenis
kamis : puasa
Jum'at : bebas(boleh istirahat,jogging,futsal,terserah pokoknya)
sabtu : jogging/renang
minggu : bebas(tapi kadang-kadang renang juga)

kalo diurut berdasarkan jenis olahraganya :
-jogging
-futsal
-renang
-tenis

kalau kata nabi,muslim itu dianjurkan untuk belajar berenang, memanah/menembak, berkuda.

menembak udah pernah belajar, waktu ikut latpim ITB kerjasama dengan dodik bela negara. bahkan menembaknya menggunakan senjata laras pendek dan panjang(M-16), setidaknya dasar-dasarnya udah ada. rencananya kalo udah kerja dan punya duit sendiri pengen belajar lagi. kalau renang lagi dalam proses belajar. yang jadi masalah adalah berkuda(sebenarnya ingin untuk belajar berkuda juga tetapi kondisi keuangan mahasiswa tidak memungkinkan, tapi setidaknya udah mahir bawa motor, hehe).

selain olahraga yang menjadi anjuran nabi, aku juga ikut latihan tenis dan futsal yang dilakukan memang karena hobi.

sehingga kalo dipikir-pikir lagi kata-kata ust.salim a. fillah kalo menjadi muslim yang cerdas n perkasa itu ngak murah benar adanya. bayangin aja berapa rupiah yang harus aku keluarkan untuk masing cabang olahraga : renang (beli celana renang + kaca mata renang + biaya masuk ke kompleks renang + biaya instruktur/ kalo aku sih gratis kan yang ngajarin teman,hehe), futsal (sepatu futsal+baju/celana+nyewa lapangan), tenis raket+baju/celana+nyewa lapangan) + biaya tidak terduga, dll.

itu baru dari fisik aja, belum termasuk keperluan menjadi muslim cerdas (biaya kuliah+kosan+susu+suplemen-suplemen lainnya+buku,dll)


mahal kan???jadi ngak salah dunk kalo salah satu cita-citaku adalah menjadi muslim yang kaya. so, lagi-lagi meminjam istilah ust. salim a.fillah "jangan takut jatuh kaya" ya!!!

Rabu, 26 Januari 2011

Sahabat (part1)



Diantara banyak hal yang membuatku bertahan dalam melewati banyak tahapan sulit dalam hidup adalah sahabat.dan puji syukur kepada Allah yang telah menganugrahkan sahabat-sahabat yang luar biasa sejak aku kecil hingga sekarang. dan pada postingan ini aku ingin menceritakan banyak hal tentang mereka.

sahabat masa kecil

sahabat masa kecil adalah orang-orang yang menjadi teman kecilku dan walaupun banyak dari kami yang telah pergi jauh karena menuntut ilmu(termasuk aku) tetapi paling tidak seminggu dalam setahun kami selalu menyempatkan diri untuk kumpul bareng(terutama di rumahku).
kegiatan yang kami habiskan bersama lumayan bervariasi, misal: olahraga bareng(futsal,voli,dll),belajar bareng. walaupun banyak juga yang tidak konstruktif,misal:maen play station sampe pagi, hehe.
hal lain yang begitu membuat kami dekat adalah karena keluarga besar kami juga berteman baik, sehingga membuat semuanya begitu mudah..
mereka adalah sahabatku, orang-orang yang membuat masa kecilku begitu luar biasa bahkan hingga kini..semoga persahabatan ini bertahan hingga akhir hayat.